Part I
K.H.R.Holil As'ad Syamsul Arifin (Pendiri Ponpes.Walisongo Mimbaan Situbondo),adalah Kiyai kharismatik putra dari K.H.As'ad Syamsul Arifin(ponpes Sukorejo situbondo).bukan hanya sifat karismatik yg tampak dalam diri Beliau tapi juga Sifat kealiman dalam keilmuannya yang sangat
tampak sekali,baik dalam cara Beliau beribadah ataupun juga dalam berprilaku sehari hari.tampa untuk menyanjung beliau lebih dalam.Saya pernah ikut dalam pengajian di kediaman beliau,setelah pengajian bubar,tinggallah hanya beberapa orang termasuk saya.beliau berdawuh kepada orang-orang di dekat Beliau seraya berpesan "Kalau menjadi manusia jangan tanggung-tanggung,jadilah manusia seutuhnya,jadilah manusia yang sempurna,jadilah manusia yang Insanul Khamil",kami hanya termenung,dan berfikir di dalam hati.bagaimana cara menjadi Insanul Khamil?tak berapa lama Beliau meneruskan Dawuhnya,"memang tidak mudah menjadi Insanul Khamil butuh proses"
(tobe continue..........)
Blog ini dibuat oleh kami,yang kami lebih suka menyebutnya : Santri MIlitan Padepokan Dimas Kanjeng, sekumpulan Komunitas kecil santri Padepokan, diniatkan untuk menampung segala keluh kesah, pertanyaan, pembelaan, aneka pemberitaan, kabar, informasi, jawaban & media tidak resmi untuk ajang silaturrahim antar santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi,Blog ini TIDAK ada hubungan dengan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi , secara structural formal kelembagaan!!!
Jumat, 01 Februari 2013
Kamis, 03 Januari 2013
DeskTop Software Black Berry 2013
BlackBerry merupakan salah satu handphone yang mempunyai sistem operasi (OS) yang biasa kita kenal dengan sebutan ponsel cerdas
atau smartphone. Sama seperti pada komputer (Windows OS, MacOS, Linux)
dan smartphone lainnya (Symbian, Android, iOS), RIM juga sering
melakukan pembaharuan OS untuk berbagai jenis BlackBerry yang ada.

RIM menyediakan upgrade OS BlackBerry secara gratis yang dapat di-download melalui website official. User BlackBerry dapat mendownload OS dari website RIM dan instal upgrade sendiri secara mudah.
Saat ini beberapa toko BlackBerry menawarkan service upgrade OS versi terbaru dengan harga jasa Rp100.000-Rp250.000. Jika anda kurang yakin untuk upgrade OS BlackBery sendiri, sebaiknya gunakan layanan mereka karena sebelum upgrade OS BlackBerry ini kita perlu mendownload lebih dulu file OS yang lumayan besar juga.
Upgrade OS BlackBerry Menggunakan Desktop Manager
Pembaharuan atau upgrade OS BlackBerry yang dilakukan RIM dimaksudkan untuk memperbaiki sistem operasi serta meningkatkan kinerja device BlackBerry itu sendiri.
RIM menyediakan upgrade OS BlackBerry secara gratis yang dapat di-download melalui website official. User BlackBerry dapat mendownload OS dari website RIM dan instal upgrade sendiri secara mudah.
Pengetahuan Sebelum Download dan Upgrade OS BlackBerry
Sebelum melakukan download dan upgrade OS BlackBerry yang cocok dengan device yang kita miliki, hal-hal yang perlu diketahui adalah :- RIM menyediakan OS khusus buat setiap device, beda device beda pula OS-nya. Jadi kita wajib memlilih dan men-download OS sesuai dengan jenis, model BlackBerry kita miliki.
- OS resmi (Official OS) kadang disediakan dengan bundling operator supaya device bisa beroperasi lebih lancar dan juga tersedia menu khusus operator (jika ada).
- RIM tidak menyediakan setiap upgrade OS untuk semua operator. Tapi kita dapat menggunakan OS terbaru untuk jenis BlackBerry yang sama dari operator lain hanya dengan menghapus satu file di dalam file download yaitu file vendor.xml
- Setiap OS BlackBerry download link, mempunyai kode link download OS Blackberry yaitu tipe BlackBerry, support bahasa, tipe OS, kode rilis, kode platform, app version dan nama operator.
- Tidak setiap BlackBerry bisa support OS tertinggi yang dirilis oleh RIM karena device memory tidak mendukung OS yang memerlukan memory tinggi untuk menjalankannya.
- RIM akan rilis OS yang cocok buat semua jenis BlackBerry. Jika kita tidak menemukan upgrade OS6/OS7 untuk suatu jenis BlackBerry, berarti BlackBerry tersebut memang tidak mendukung untuk OS tersebut.
Cara Upgrade OS BlackBerry Menggunakan Desktop Manager
Cara upgrade OS BlackBerry yang kita bahas kali ini adalah upgrade Official OS BlackBerry (OS resmi), bukan Leak OS (beta version). Kita bisa mendownload dari operator yang berbeda dengan yang kita pakai saat ini dengan cara menghapus lebih dulufile vendor.xml yang ada di folder OS. Perhatikan juga kode-kode yang ada di OS BlackBerry download Link.Saat ini beberapa toko BlackBerry menawarkan service upgrade OS versi terbaru dengan harga jasa Rp100.000-Rp250.000. Jika anda kurang yakin untuk upgrade OS BlackBery sendiri, sebaiknya gunakan layanan mereka karena sebelum upgrade OS BlackBerry ini kita perlu mendownload lebih dulu file OS yang lumayan besar juga.
Cara Upgrade OS Blackberry ke OS Terbaru
- Instal BlackBerry Desktop Manager ke komputer anda dari CD atau download di website BlackBerry.com/desktop
- Download OS BlackBerry terbaru yang sesuai dengan tipe dan jenis di Blackberry Device Download [Baca: Link Download BlackBerry Official OS Firmware]
- Install OS BlackBerry hasil download ke komputer dengan cara double-klik file exe OS BlackBerry tersebut. Bila perlu, restart komputer anda.
- Hapus vendor.xml di C drive -> program files -> common files -> research in motion -> app.loader
- Backup data handheld BlackBerry ke komputer dengan Desktop Manager.
- Backup data, koleksi autotext, words substitution dengan aplikasi pihak ke-tiga karena desktop manager tidak dapat backup data tersebut. Semua autotext anda akan hilang jika kita tidak melakukan backup dengan aplikasi Autotext backup for BlackBerry.
- Matikan network copot memory card anda (optional)
- Wipe handheld (optional hanya untuk hanheld yang sudah bermasalah) di BlackBerry dengan cara option -> security options -> general settings -> pencet tombol menu BB -> wipe handheld.
- Buka software desktop manager, colok device BlackBerry anda ke komputer untuk connect ke desktop manager.
- Desktop manager otomatis detect untuk synchronize data, dan otomatis check for updates yang muncul OS versi terbaru sebagai updates/upgrade
- Kalau tidak terdetect, restart lagi komputer dan restart desktop manager.
- Kalau desktop manager masih tidak mendetect OS baru, tutup desktop manager dan masuk ke tempat hapus vendor xml, klik loader.exe
- Ikuti petunjuk update atau upgrade OS BlackBerry yang ada
- Tunggu sampai benar2 nyala dan booting sampai dengan home screen. Jangan cabut kabel data.
- Setelah upgrade OS BlackBerry, kita harus restore backup atau setting kembali time, emails account settings, wifi. Silahkan Download BlackBerry DeskTop Software Januari 2013
Rabu, 19 Desember 2012
Tujuh Kelebihan Setan Dibandingkan Manusia
1.
Pantang menyerah
Setan tidak akan pernah menyerah selama keinginannya untuk menggoda manusia belum tercapai. Sedangkan manusia banyak yang mengeluh dan malah banyak yang menyerah serta putus asa.
2. Kreatif
Setan akan mencari segala cara apapun dan bagaimanapun untuk menggoda manusia agar tujuannya tercapai, selalu kreatif dan penuh inovasi dengan ide2. Sedangkan manusia hanya ingin enaknya saja, dan sangat banyak yang malas.
3.
Konsisten
Setan dari mulai diciptakan tetap konsisten pada pekerjaannya, tak pernah mengeluh dan berputus asa apalagi menyerah dalam berusaha,Sedangkan manusia??? Banyak manusia yang mengeluhkan pekerjaannya, padahal banyak manusia lain yang masih nganggur dan membutuhkan pekerjaan akhirnya,Loncat sana loncat sini gak punya pendirian yang kuat
4.
Solider
Sesama setan tidak akan pernah saling menyakiti apalagi saling mengkhianati, bahkan akan selalu bekerjasama untuk menggoda manusia. Sedangkan manusia, jangankan peduli terhadap sesamanya, kebanyakan malah saling menyakiti, memfitnah dan menjatuhkan bahkan saling bunuh.
5. Jenius
Setan itu paling pintar memutar otaknya dalam mencari cara agar manusia tergoda. Sedangkan manusia banyak yang tidak kreatif, bahkan banyak yang jadi peniru dan plagiat…malas berpikir kreatif (bodoh)
6. Tanpa
Pamrih
Setan itu bekerja 24 Jam penuh tanpa mengharapkan imbalan apapun dari sesama setan. Sedangkan manusia, apapun harus dibayari pake uang ataupun barang berharga.Materi memang penting,tapi bukanlah hal yang terpenting dalam hidup ini!
7. Suka
berteman dan kompak
Setan adalah mahluk yang selalu ingin berteman,dan berteman agar banyak temannya di neraka kelak. Sedangkan manusia banyak yang lebih memilih mementingkan diri-sendiri dan egois. Manusia dalam mengerjakan sesuatu cenderung ingin menonjolkan kemampuannya sendiri dibanding bekerja sama dengan orang lain (suka cari muka dengan menjelekkan/menjatuhkan teman seperjuanganx).
Senin, 10 Desember 2012
KUNKER PANGDAM V/BRAWIJAYA DI KODIM 0820
Selanjutnya Pangdam dengan didampingi Danrem 083/Bdj, para Asisten Kasdam V/Brw, Dandim 0820 melaksanakan silaturahmi dengan jajaran Muspida Kab/Kota Probolinggo diantaranya Bupati dan Wakil Walikota Probolinggo, Kapolres Kota dan Kabupaten, Ketua DPRD dan Kajari.
.
Selesai acara silatuhrahmi Pangdam beserta rombongan mendengarkan paparan Dandim 0820 di ruang data tentang situasi yang berkembang terakhir di wilayah Proboinggo terutama menjelang Pemilukada Kabupaten Probolinggo.
Sementara di lain tempat yaitu di Aula Makodim 0820 Ketua Persit PD V/Brawijaya Ibu Rini Murdjito dengan didampingi Ketua Persit Koorcab 083/Bdj Ibu Muhammad Nakir serta Ibu Pengurus Persit PD V/Brawijaya melaksanakan tatap muka kepada 297 anggota Persit KCK Cab XXXIV Kodim 0820 yang sebelumnya mengunjungi sekolah TK Kartika 69 Kodim 0820
Kemudian Pangdam setelah mendengarkan paparan dandim 0820 melaksanakan pengarahan kepada 370 anggota Kodim 0820 dan jajaran Bapras wilayah Kodim 0820 yang intinya menyampaikan kepada para Babinsa yang ada di wilayah Kodim 0820 agar berperan aktif dalam melaksanakan tugas di wilayah binaannya karena babinsa merupakan ujung tombak dari Komando Teritorial. Babinsa harus memiliki sikap peduli kepada lingkungannya.
Lebih lanjut Pangdam menyampaikan kepada para Danramil agar memantau setiap kegiatan Babinsanya dan harus mengetahui kondisi anggotanya, apabila para Babinsa membuat masalah di Desa binaan maka segera diganti karena masih banyak yang mengantri untuk menjadi Babinsa. Babinsa pada dasarnya harus bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat, membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi bukan malah membuat masalah.
Setelah pelaksanaan pengarahan bapak Pangdam, Danrem 083/Bdj, para Asisten, Dandim 0820
beserta Ibu menuju ke lapangan belakang Kodim 0820 untuk malaksanakan penanaman bibit pohon mangga dan papaya California sebagai bentuk pelaksanaan program penghijauan.
Selanjutnya pada pukul 13.30 rombongan Pangdam V/Brawijaya meninggalkan Kodim 0820 untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0822 Bondowoso.
SURYA Online, SITUBONDO - Pelaksanaan TNI Manunggal Membanguna Desa (TMMD) dibuka secara resmi oleh Pangdam V Brawijaya, Mayjen Murdjito.
Dalam upacara pembukaan TMMD ke-89 di alun-alun Situbondo,
ditekannya pada pelaksanaan bakti sosial, program Keluarga Berencana (KB) dan
kesehatan masyarakat pedesaan.
Komandan Kodim 0823 Situbondo, Lektol TNI Soegeng Riyadi,
dalam pencanangan TNI Manunggal KB ini, pihak TNI bekerja sama dengan BKKBN
Propinsi Jatim, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
situbondo.
“Dalam pencanangan ini, program KB yang disiapkan ada
sebanyak 53 implan (susuk), 12 Intra Uterine Divice (IUD) dan 9 medis operatif pria (MOP) atau vasektomi,”
kata Soegeng Riyadi.
Program ini tidak hanya di pusatkan di kota, melainkan akan
ditindak lanjuti ke desa-desa. Diantaranya di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa
dan Desa Bantal, Kecamatan Asembagus.
“TNI manunggal KB di pusatkan situbondo, karena sebagai
kabupaten sukses melaksanakan dalam program MOP,” katanya.
Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Murdjito
menyatakan TNI tugasnnya membantu percepatan pembangunan yang menyentuh
langsung kepada kepentingan masyarakat terpencil dan masyarakat yang berada di
daerah tertinggal.
“Harapan kita itu tadi, yaitu mensejahterakan seluruh
lapisan masyarakat sampai ditingkat masyarakat
pelesok. Tapi, kalau untuk TNI
mensejahterakan kemanunggalan rakyat,” kata Mayjen Murdjito.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito meninjau kesiapan
peserta TMMD di Situbondo, Rabu (10/10/2012)
Banyuwangi Kedatangan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI
Murdjito
Kamis, 11 Oktober 2012
BANYUWANGI – Rabu kemarin (10/10),
Banyuwangi kedatangan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Murdjito. Jenderal bintang
dua yang datang bersama istri itu disambut Bupati Abdullah Azwar
Anasbeserta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Makodim 0825
Banyuwangi.
Kunjungan Mayjen Murdjito ini,
menurut Kasdim 0825 Mayor (Inf) Gandu Widyo Putro adalah untuk melakukan
pertemuan internal TNI AD dalam rangka pembinaan. Sebelumnya, secara khusus,
Mayjen Murdjitojuga menggelar pertemuan dengan jajaran Forpimda.
Ini adalah untuk kedua kalinya Mayjen Murdjito berkunjung ke
Banyuwangi.Kunjungannya yang pertama adalah beberapa waktu lalu, saat masih
bertugas di Mabes TNI AD Jakarta, Mayjen Murdjito mendampingi KSAD
Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo.
Kedatangan Mayjen Murdjitodisambut oleh tarian Jejer
Gandrung diikuti oleh dua orang peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)
tahun lalu lengkap dengan kostumnya. Usai melakukan pertemuan, Pangdam
melakukan kegiatan tanam pohon di halaman Kodim 0825.(Humas & Protokol)
Sabtu, 01 Desember 2012
Sholawat Nariyah
Sholawat Nariyah adalah sebuah
sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman
Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni
bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam
menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul
karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan
kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat
dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut
sholawat nariyah.
Suatu malam syekh nariyah membaca
sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah
dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta
dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada
seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti
syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah
minta terlebih dahulu.
Mengapa sahabat itu ditolak nabi?
dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai
amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan
keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya
adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya
sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang
sangat kuat.
Jadi nabi berperan sebagai wasilah
yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu
rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya
kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah
jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan
lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.
Inilah riwayat singkat sholawat
nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain
karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca
4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali.
Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba' (mengikuti) ajaran syekh.
Agar bermanfaat, membacanya harus
disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya.
Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul.
Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan
doanya tertolak.
Inilah bacaan sholawat nariyah yang
terkenal itu :
"Allohumma sholli shollatan kamilah
wa sallim salaman. Taman 'ala sayyidina Muhammadiladzi tanhallu bihil 'uqodu wa
tanfariju bihil kurobu. Wa tuqdhobihil hawa iju wa tunna lu bihiro 'ibu wa
husnul khowatim wa yustaqol ghomawu biwaj hihil kariim wa 'ala aalihi
washosbihi fii kulli lamhatin wa hafasim bi'adadi kulli ma'luu mi laka ya
robbal 'aalamiin"
Artinya :
"Ya Allah Tuhan Kami,
limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami
Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan
dari segala kesusahan, ditunaikan segala macam hajat, tercapai segala keinginan
dan khusnul khotimah, dicurahkan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia.
Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurnah itu semoga Engkau limpahkan juga
kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas,
bahkan sebanyak pengetahuan Engkau, Ya Tuhan semesta alam"
· Assalamualaikum
BUAH PEMIKIRAN
Mangga dicicipi, kalo enak yang ditelan, kalo gak enak yang di mangga muntahin …
Oleh
Muakhor Zakaria
SYAREAT TAREKAT
HAKEKAT MA’RIFAT
Rukun islam ada lima.jadi pemahamanya dari masing masing rukun adalah begini:
yang pertama syahadat
[1] SAREATNYA SAHADAT
yaitu mengucap dua kalimah sahadat.ASHADU ALLA ILLAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADDAR ROSULLULLOH
[2] TAREKATNYA SAHADAT.
yaitu rahasianya (sholat jati) sholat jati ini adalah sholatnya nabi muhammad.perbedaan sholat jati dengan sholat sareat sangat berbeda sekali.kalau sholat sareat itu menggunakan sareat yaitu berdiri, ruku’,sujud,duduk tumaninah.tapi kalau sholat jati adalah dilakukan dengan hati dan rasa yaitu membaca setiap keluar masuknya nafas yang kita miliki.dan perlu kita ketahui keluar masuknya nafas kita itu ada artinya.masuknya nafas itu berbunyi HU dan keluarnya nafas itu berbunyi ALLOH.
(HU) artinya adalah(RASA) (ALLOH) artinya adalah(HIDUP) jadi sholat jati tidak akan pernah batal oleh apa pun.karna sholat jati di lakukan tidak secara dohir/lahir akan tetapi sholat jati di lakukan dengan hati dan rasa/qolbu.makanya di awal di jelaskan sholat jati adalah menghilangkan/menutup panca indra.walau kita sedang bekerja hati dan rasa kita tetap sholat,walau kita sedang bepergian namun hati dan rasa kita tetap sholat.meskipun bibir kita sedang berbicara.namun hati dan rasa kita tetap bertasbih hu alloh/rasa yang hidup.ibaratnya sholat dohir kita ingatnya kepada alloh hanya pada waktu shubuh,lohor,asar,magrib,isya dan sbagainya akan tetapi belum tentu pada waktu sholat kita ingat kepada alloh.akan tetapi sholat jati setiap detik,setiap jam,hari,minggu,bulan,tahun,dst tiada yang di imani dan di ingat selain alloh semata.jadi setiap tarikan dan hembusan nafas kita menjadi puji.puji kepada yang telah memberikan kita hidup yang asalnya wujud kita ini tidak ada.kemudian menjadi ada.
[3] HAKEKATNYA SAHADAT.
hakekatnya sahadat adalah adanya(hidup) jadi sahadat adala(hidup) jadi mengupas kata saha artinya(siapa) kemudian dat.mengkaji kata sahadat/siapa dat? dat artinya adalah alloh siapa sih alloh? tiada kata yang lain atau jawaban yang lain untuk menjawab siapa alloh.jawabanya tiada lain tiada bukan cuma satu kata yaitu: (HIDUP) jadi hidup satu memenuhi dunia.demikian pemahaman tentang hakekatnya sahadat.
[4] MA’RIFATNYA SAHADAT.
jadi pada waktu sholat jati/rasa.harus bisa merasakan badan di liputi nur muhammad/terang yaitu cahaya 7 rupa menjadi satu.yaitu cahaya hitam,merah,kuning,putih,hijau,violet,bintik2/yang di sebut nur muhammad.
rukun yang ke dua sholat
[1] SAREATNYA SHOLAT
yaitu:berdiri,ruku,sujud,duduk,salam
[2] TAREKATNYA SHOLAT
berdiri itu huruf >alif
ruku itu huruf> lam
sujud itu huruf>lam
duduk itu huruf>ha’
di gabungkan menjadi kalimah lafad(ALLOH)
[3] HAKETATNYA SHOLAT
yaitu pada waktu sholat jati akan bertajali kepada alloh
[4] MA’RIFATNYA SHOLAT.
harus bertemu dengan nur muhammad yaitu
narrun hawaun
maun turrobun
rukun yang ke 3 zakat
[1] SAREATNYA ZAKAT
mengeluarkan harta kepada fakir miskin.
[2] TAREKATNYA ZAKAT.
yaitu mengerjakan segala ilmu,tentang ilmu,memahami sifat ilmu.
[3] HAKEKATNYA ZAKAT.
pelaksanaan sholat jati.itu adalah menzakatkan diri kita kepada alloh
[4] MA’RIFATNYA ZAKAT.
yaitu:harus sampai bisa merasa ilang/hilang jasmani waktu sholat jati.karna hakekatnya sholat jati adalah sholatnya rasa atau qolbu.bukan sholat dohir atau jasmani.
rukun yang ke 4 puasa
[1] SAREATNYA PUASA
yaitu:ganti makan.siang jadi malam.
[2] TAREKATNYA PUASA
yaitu:tajali pada waktu sholat jati.
[3] HAKEKATNYA PUASA.
yaitu:menahan diri dari segala hawa nafsu.baik nafsu lahiriah maupun nafsu batiniah.
[4] MA’RIFATNYA PUASA.
yaitu:pada waktu sholat jati harus bertemu dengan bulan purnama yang di dalam badan kita/hidup.kalau hidup pandai merasa yang ada hanya rasa merasa.dan yang namanya merasa jumlahnya triliunan.tapi di sini kita ambil dua versi yaitu merasa bodoh dan merasa pinter.tinggal diri kita merasa apa?merasa bodoh apa merasa pinter?.kalau hati sudah merasa bodoh. maka hati adalah lautan kasih sayang alloh.tapi kalau hati sudah merasa pinter dan tidak tau pakemya/rem maka hati akan menjadi lautan sombong.dan rasa sombong dekat sekali dengan kekafiran.ingatkah kita akan sejarah? setan di usir dari syurga karna apa? karna satu yaitu sombong.semoga diri dan hati kita senantiasa terjaga dari hal hal yang demikian.
rukun yang ke lima haji
[1] SAREATNYA HAJI
yaitu:berjiarah ke mekah dan madinah ke makam nabi muhammad dan baitulloh.
[2] TAREKATNYA HAJI.
yaitu:pada waktu sholat jati akan bertajali kepada dat yang maha suci.
[3] HAKEKATNYA HAJI.
yaitu:melebur dosa-dosa.yang telah digunakan berbicara,tingkah laku,yang di gunakan kepada sifat keduniaan.
[4] MA’RIFATNYA HAJI.
tidak ada bilangan lima setelah melaksanakan.harus bisa merasa menjadi satu antara jasmani dengan rohani.
jadi pada dasarnya sareat,tarekat,hakekat,ma’rifat adalah bagian yang sama sekali tidak bisa di pisah kan.jadi tingkatan kelas agama ini di ibaratkan.seperti buah kelapa.
1.sareat ibarat:tepes/sepet/sabutnya kelapa
2.tarekat ibarat batoknya kelapa.
3.hakekat ibarat isinya kelapa.
4.ma’rifat ibarat minyaknya kelapa.
sareat tanpa tarekat adalah mustahil,tarekat tanpa hakekat itu juga mustahil,hakekat tanpa ma’rifat juga itu juga adalah mustahil.kalau di ibaratkan pada manusia.sareat adalah wujud tingkah laku anggota badan.sedangkan tarekat adalah hati.hati tempatnya ilmu,dan hakekat adalah rasa,dan ma’rifat adalah cahaya/hidup.hidup merasa,merasa hidup,hidup karna apa? karna ada yang menghidupkan,siapa yang menghidupkan? yang menghidupkan yang mempunyai hidup yaitu alloh.
Takholli,Tahalli,Tajalli
TAKHALLI
sesungguhnya beruntunglah orang yang
mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang
mengotorinya. (Q.S As Syams (91) : 9-10)
Takhalli adalah mensucikan diri. Dalam hal ini disimbolkan dengan
kisah pembedahan hati Nabi oleh Malaikat Jibril dengan air zam-zam.
Harap dipahami bahwa pembedahan hati tersebut hanya simbol!. Maksud dari
simbol itu adalah untuk menemui Allah harus bersih/suci dari penyakit
hati. Artinya adalah manusia harus berusaha mensucikan dirinya. Kenapa?
Karena Allah itu Maha Suci. Dia hanya akan menerima hamba-Nya yang suci.
Mereka yang belum suci ya belum bisa kembali kepada-Nya. Ini berarti
mereka masih
berada di alam surga dan neraka-Nya.
Sebagian dari mereka masih melakukan kejahatan. Sebagian dari mereka
beribadah karena takut neraka (mental budak) dan sebagian mereka lagi
beribadah karena berharap surga (mental pedagang). Jadi masih harus
dilatih! Masih harus disempurnakan!
Bertakhalli adalah jihad yang
paling besar karena harus mengalahkan diri sendiri. Harus mengendalikan
hawa nafsunya sendiri. Sifat-sifat iri, dengki, munafik, tamak, dan
perbuatan lain yang merugikan orang haruslah dibuang jauh-jauh. Jelas
bahwa musuh terbesar manusia bukanlah siapa-siapamelainkan dirinya sendiri. Ada
sebuah ungkapan bijak dari Walt kelly yang mengatakan :
“Kita telah menemukan sang musuh,
dan ternyata dia adalah diri kita sendiri”. Dalam suatu Hadistnya, Nabi
juga mengatakan bahwa orang mukmin yang kuat bukanlah yang kuat fisiknya
melainkan yang mampu mengalahkan hawa nafsunya.
TAHALLI
Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku
adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah
melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (Q.S An Nahl(16)
: 90)
Tahallli adalah mengisi hidup kita dengan kebajikan atau perbuatan
yang baik seperti jujur, kasih sayang, sabar, ikhlas, mudah memberi maaf,
menegakan perdamaian dan menebar salam kepada sesama manusia. Nah,
sekarang ini sebagian umat Islam memposisikan dirinya ekslusif. Paling
benar. Merasa paling masuk surga sendirian sehingga mengharamkan menjawab
salam dari umat non muslim.
Padahal fatwa tersebut jelas
menyalahi perintah Allah. Bahkan di Al Quran surah An Nisaa (4):94, pada
saat berperang orang mukmin itu dilarang mengatakan “kamu bukan mukmin”
terhadap orang yang mengucapkan salam. Dalam situasi perang saja kita
diperintahkan demikian apalagi dalam situasi damai!. Ayat lain di Al Quran
juga memerintahkan hal yang sama :
Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha
Pemurah ialah mereka yang berjalan dimuka bumi ini dengan rendah hati.
Apabila orang jahil menyapa mereka, maka mereka berkata “Salam” (kata-kata
yang baik). (Q.S Al Furqan (25) : 63)
Coba kita baca kembali ayat diatas.
Sangat jelas bahwa orang mukmin yang rendah hati pun akan membalas salam
bahkan dari orang jahil atau iseng sekalipun. Inilah mukmin yang mampu
mengajak orang lain ke sorga dengan menebar salam. Ayat diatas adalah ayat
Quran, jadi tidak perlu ditanya lagi keshahihannya. Sayangnya oleh para
ulama, ayat diatas dibatalkan oleh Hadist yang melarang menjawab salamnya
orang non muslim. Tidaklah mengherankan jika kemudian Islam dipandang
sebagian orang non muslim sebagai agama yang tidak bersahabat. Sungguh
aneh jika Al Quran dihapus oleh Hadist. Seharusnya kita hanya mengambil
Hadist yang tidak bertentangan dengan Quran. Kalau ada Hadist yang
bertentangan dengan Quran sebaiknya tidak masuk hitungan
meski diriwayatkan oleh perawi yang terkenal sekalipun. Perbuatan dan
perkataan Rasul tentu disesuaikan dengan kondisinya pada saat itu. Kita
harus melihat kemungkinannya bahwa Hadist itu sifatnya kasus per kasus ()
dan tidak bisa digeneralisasi untuk semua keadaan. Dalam hal perintah Nabi
untuk membunuh cecak misalnya, Hadist ini tidak bisa digeneralisasi bahwa
semua cecak harus dibunuh sebab Nabi mengatakan perintah demikian karena
pada saat itu Nabi terkena kotoran cecak. Malah dalam Hadist lainnya, Nabi
justru
memerintahkan kita untuk tidak
membunuh binatang yang tidak mengganggu.
Begitu juga dengan Hadist yang
melarang menjawab salam dari kalangan non muslim harusnya jangan kita
telan bulat-bulat. Jadi dalam hal ini kita harus berhati-hati dengan
Hadist. Bukan berarti kita ingkar Hadist. Bukan!! Tapi berhati-hati dalam
berfatwa menggunakan Hadist. Jangan kita terjebak mengagung-agungkan
(taklid) kepada perawinya. Tidak ada jaminan dari Allah atau Nabi Muhammad
yang menyatakan bahwa perawi A atau B adalah perawi yang harus ditaati,
dipercaya karena bebas dari kesalahan.
Sejarah Hadist sendiri dimulai pada
tahun 100 H dimana Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendorong penulisan
Hadist. Jika Al Qurannya pada masa itu sudah baku dan hanya ada satu yakni
versi Ustman bin Affan -versi lainnya dibakar agar tidak terjadi
perbedaan-, tidaklah demikian dengan Hadist. Di masa Umar bin. Abdul Aziz
-yang wafat 101 H- riwayat, dongeng, sabda Yesus, dan doktrin di luar Al
Quran menjamur dan tak terkontrol sehingga pemalsuan Hadist sulit untuk
bisa di edit kembali. Lebih dari 125 tahun kemudian, Bukhari baru muncul
di permukaan bumi. Tak alang kepalang jumlah Hadist, lebih dari sejuta
Hadist. Bukhari sendiri menyeleksi sekitar
600.000 Hadis. Dan dari yang
terseleksi pun banyak yang miring kepada daulat Abbasiyah.
Coba bayangkan, menguji validitas
Hadist setelah 200 tahun Nabi wafat, tentunya merupakan pekerjaan yang
hampir mustahil dikerjakan manusia. Karena itu, tumbuhlah ilmu-ilmu untuk
menyaring Hadist, misalnya uji isnad/rijal, cara periwayatan, dan juga
matan. Jika Alquran yang ribuan ayat saja perlu kejelian untuk menjadikannya
kitab di masa Umar bin Khatthab, bagaimana membakukan Hadist yang
jumlahnya lebih dari sejuta? Secara logis, “Pesan berantai” dari Nabi
Muhammad hingga ratusan tahun ke depan tentu akan sulit ditelusuri
keasliannya. Tidak heran jika ada kelompok yang saling berbeda pendapat
akhirnya saling menuduh bahwa kelompok itu menggunakan Hadist palsu.
Pertengkaran dalil seperti ini jelas akan mengorbankan ukhuwah Islam demi
ego kelompoknya masing-masing.
Setelah pembakuan Hadist secara
besar-besaran, terbukti umat Islam malah kian tertinggal dibandingkan umat
agama lain karena patokan mereka cukup dengan Hadist saja, bahkan sebagian
lagi malah ada yang “menuhankan” Hadist dan melupakan Quran. Dengan
demikian, dalam menyikapi Hadist, harusnya kita sangat berhati-hati karena
walau bagaimanapun ada Hadist yang sifatnya kasuistis (per kasus) dan ini
bisa berbahaya bila digeneralisasi dan dijadikan hukum.
Hanya Al Quranlah yang dijamin
keasliannya oleh Allah. Yang terbaik adalah menafsirkan Quran dengan
Quran. Boleh saja kita menafsirkan Quran dengan Hadist asal Hadistnya
tidak bertentangan dengan Quran. Kalau semua Quran ditafsirkan dengan
Hadist ya umat Islam bakalan mandeg. Al Quran akhirnya cuma dikeramatkan.
Orang malah lebih sering ngaji Quran ketimbang mengkaji Quran. Umat Islam
jadi malas berpikir untuk mengkaji kembali Quran karena merasa sudah cukup
ditafsirkan oleh Hadist. Al Quran jadinya
malah tertutup untuk bisa
ditafsirkan kembali sesuai perubahan jaman. Jadilah kita umat Islam abad
ke-21 dengan produk pemikiran di abad silam. Islam akhirnya tidak bisa
menjadi rahmatan lil ‘alamin yang mampu menjadi solusi di segala jaman.
Sungguh kita membutuhkan ulama-ulama reformis yang mampu membenahi citra
Islam sebagai agama yang terbuka terhadap perkembangan jaman.
TAJALLI
Maka Kami bukakan tirai yang
menutupi engkau, oleh sebab itu pandangan engkau amatlah terangnya. (Q.S.
Qaaf (50) : 22)
Pada proses takhalli dan tahalli,
seseorang berarti telah makrifat kepada Af’al, Asma dan Sifat-Nya. Puncak
dari seagala makrifat adalah makrifat Dzat. Inilah yang disebut tajalli.
Dalam istilah lain disebut juga Musyahadah atau Mukhasafah. Manusia yang
sudah mencapai tajalli berarti ia telah bermikraj.
Dalam peristiwa Isra Mikraj, Nabi
diceritakan telah sampai ke “Pohon Sidrah” (Pohon Lotus) yang biasa
dikenal dengan sebutan Sidratul Muntaha. Dengan Mikraj berarti beliau
telah sampai kepada bayt Allah lalu menemui-Nya. Nabi mengatakan : Ra’aitu
Robbii fii ahsani su’uura (Aku telah melihat Tuhanku yang seelok-eloknya
rupa yang tiada umpamanya). Dengan demikian, tidak ada hijab lagi antara
diri dan Tuhannya. Yang ditemui adalah Cahaya diatas cahaya!
Allah adalah cahaya semua langit dan
bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak
tembus yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan)
kaca itu bak bintang yang memancarkan sinar gemerlapan yang dinyalakan
(dengan minyak) dari pohon yang diberkati –yaitu pohon zaitun yang tidak
tumbuh di timur maupun barat. Minyaknya pun bercahaya meski tidak disentuh
api. Cahaya diatas cahaya. Allah memberikan cahaya pada orang yang
menghendaki cahaya-Nya. (Q.S An Nuur (24):35)
Nah, sholatnya orang-orang beriman
(makrifat) sangatlah khusyu karena ketika mereka sholat, tidak ada hijab
antara ia dan Tuhannya. Nabi bersabda :
“Sholat adalah mikrajnya orang-orang
yang beriman”. Ya! Hanya orangorang berimanlah yang mengalami Mikraj
ketika sholatnya Ini artinya mereka tidak menyembah adam sarpin
(kekosongan). Mereka bashar (melihat) Allah ketika sholat dan Allah pun
bashar kepada mereka. Sunan Bonang –salah satu walisongo, penyebar agama
Islam di nusantara- pernah bertutur, seperti yang tertulis dalam Suluk
Wujil sebagai berikut :
Endi ingaran sembah sejati
Aja nembah yen tan katingalan
Temahe kasor kulane
Yen sira nora weruh
Kang sinembah ing dunya iki
Kadi anulup kaga
Punglune den sawur
Manuke mangsa kenaa
Awekasa amangeran adam sarpin
Sembahe siya-siya
Artinya : “manakah yang disebut
sholat yang sesungguhnya? Janganlah menyembah bila tidak tahu siapa yang
disembah. Akibatnya akan direndahkan martabat hidupmu. Apabila engkau
tidak mengetahui siapa yang disembah didunia ini, engkau seperti menyumpit
burung. Pelurunya disebar tetapi tak ada satupun yang mengenai burungnya.
Akhirnya cuma menyembah adam sarpin, penyembahan yang tiada berguna”
Dalam beragama, ada golongan orang
‘alim dan ada golongan orang ‘arif (telah makrifat). Perbedaannya adalah,
kalau orang ‘alim mengenal Tuhan hanyalah sebatas percaya saja. Syahdatnya
pun hanya diucapkan di bibir. Sedangkan orang ‘arif mengenal Tuhannya
adalah melalui (penyaksian). Syahadatnya bukan hanya diucapkan belaka melainkan
telah dibuktikannya. Jika seseorang sudah mencapai tahap alim maka
seyogyanya ia meningkatkan kualitas dirinya menjadi seorang yang ‘arif. Orang
yang telah mengenal Tuhannya akan mampu sholat terus menerus dalam keadaan
berdiri, duduk, bahkan tidur nyenyak Intinya adalah segala perbuatannya
adalah sholat. Inilah yang disebut “sholat daim”. Aladzina hum ‘ala
sholaatihim daa’imuun. Yaitu mereka yang terus menerus melakukan sholat
(Q.S Al-Ma’aarij : 70:23)
Mereka yang mampu sholat daim adalah
mereka yang tidak akan berkeluh kesah dalam hidupnya dan senantiasa
mendapat kebaikan sebagaimana disampaikan Q.S 70 : 19-22. Nah, sholat daim
ini modelnya seperti apa? Ah.. tentu saja tidak bisa dibeberkan disini
karena sholat daim adalah “oleh-oleh” dari hasil pencarian spiritual
manusia. Tidak bisa diceritakan ke semua orang kecuali mereka yang telah
memiliki kematangan spiritual. Ibarat pelajaran fisika S3, ya tentu tidak
bisa diajarkan kepada anak SMP. Harus lulus dulu S2- nya agar menerima
ilmu tersebut lebih mudah.
Sholat daim adalah sholatnya orang
‘arif yang telah mengenal Allah. Ini adalah sholatnya para Nabi, Rasul,
dan orang-orang ‘arif. Ilmu ini memang tidak banyak diketahui orang awam.
Lantas bagaimana dengan sholat lima waktu? Nah sholat lima waktu
sebenarnya adalah jumlah minimal saja yang harus dikerjakan manusia untuk
mengingat Allah. Pada hakekatnya kita malah harus terus menerus untuk
mengingat Allah sebagaimana firman-Nya :
Dan ingatlah kepada Allah diwaktu
petang dan pagi (Q.S Ar-Ruum (30) : 17)
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada pagi
dan petang. (Q.S Al-Insaan (76) : 25)
Ayat diatas bukan berarti mengingat
Allah hanya dua kali saja yaitu waktu pagi dan petang sebab makna ayat
diatas justru sehari-semalam! Yakni pagi dimulai dari jam 12 AM-12 PM,
sampai dengan petang jam 12 PM-12 AM, begitu seterusnya. Nah, karena tidak
semua orang sanggup untuk mengingat Allah dalam sehari-semalam maka sholat
lima waktu itu adalah merupakan event khusus untuk mengingat-Nya. Jika
orang awam tidak ada perintah sholat lima waktu maka tentu saja Allah akan
mudah terlupakan. Kalau Allah
terlupakan maka bumi ini bisa rusak
oleh berbagai kejahatan yang dilakukan manusia. Orang awam perlu dilatih
disiplin melalui sholat lima waktu ini untuk mengingat Allah. Dengan
mengingat Allah, kontrol diri akan lebih kuat.
Namun demikian, janganlah merasa
cukup puas hanya dengan sholat lima waktu. Tingkatkanlah agar kita mampu
melakukan sholat daim. Mari kita simak kembali ungkapan Sunan Bonang yang
tertulis dalam Suluk Wujil :
Utaming sarira puniki
Angawruhana jatining salat
Sembah lawan pujine
Jatining salat iku
Dudu ngisa tuwin magerib
Sembahyang araneka
Wenange puniku
Lamun aranana salat
Pan minangka kekembaning salat daim
Ingaran tata krama
Artinya : “Unggulnya diri itu
mengetahui hakekat sholat, sembah dan pujian. Sholat yang sebenarnya bukan
mengerjakan isya atau magrib. Itu namanya sembahyang, apabila disebut sholat
maka itu hanya hiasan dari sholat daim. Hanyalah tata krama”
Dari ajaran Sunan Bonang diatas,
maka kita bisa memahami bahwa sholat lima waktu adalah sholat hiasan dari
sholat daim. Sholat lima waktu ganjarannya adalah masuk surga dan
terhindar neraka. Tentu yang mendapat surga pun adalah mereka yang mampu
menegakan sholat yaitu dengan sholat tersebut, ia mampu mencegah dirinya
dari berbuat keji dan mungkar.
Sayangnya, saat ini banyak orang
yang hanya meributkan sholat fisiknya saja dan melupakan hakekat sholat
itu sendiri. Seringkali jika terdapat perbedaan pada gerakan ataupun
bacaan sholat, mereka saling ribut mengatakan sholatnya paling benar
dengan menyebut sejumlah Hadist yang diyakininya benar.
Harap diingat! Perbedaan gerak
maupun bacaan adalah hal yang wajar karena Nabi sendiri tidak mengajarkan
sholat secara khusus melainkan hanyamengatakan “Sholatlah sebagaimana aku
sholat”. Nah karena banyak orang yang menyaksikan sholatnya Nabi, maka
penglihatan masing-masing orang bisa berbeda sehingga tidaklah aneh jika
ada perbedaan dikemudian hari.
Mengapa Nabi tidak mengajarkan
sholat secara khusus? karena gerakan sholat yang dicontohkan Nabi sudah
tidak asing lagi bagi masyarakat Arab. Gerakan sholat yang dicontoh Nabi
berasal dari agama Kristen Ortodoks Syiria yang telah muncul satu abad
sebelum Nabi lahir. Ritual sholat mereka dikerjakan dalam tujuh waktu.
Gerakannya ada berdiri, ruku dan sujudnya mirip sekali dengan sholat lima
waktu umat Islam. Cara sholat umat Kristen Ortodoks Syiria sampai hari ini
pun masih bisa kita saksikan. Bagi umat Islam yang tidak mengerti sejarah,
pasti akan sewot dan mengatakan mereka telah mencontek sholatnya orang
Islam atau menuduh mereka melakukan kristenisasi gaya baru. Padahal,
justru kitalah yang mengadopsi sholat dari mereka.
Dengan demikian, Nabi ternyata tidak
membawa syariat baru. Nabi hanya memodifikasi berbagai syariat yang telah
ada sebelumnya. Contoh lainnya adalah Ibadah Haji dan Umroh. Ibadah ini
sudah menjadi kelaziman pada jaman pra Islam. Hampir seluruh ritualnya
sama dengan yang dilakukan umat Islam pada saat sekarang, yakni memakai
pakaian ihram, wukuf, melempar jumrah, sa’i dll. Nabi hanya mewarisi saja
dengan menyingkirkan ibadah ini dari kesyirikan dan diganti dengan kalimah
thoyibah.
Begitu juga dengan
pengagungan bulan Ramadhan,
perkumpulan di hari jum’at, telah ada sebelumnya pada jaman pra Islam.
Aturan pra Islam lainnya yang diadopsi dari tradisi hanifiyyah antara lain
: pengharaman minum arak, riba, zina, memakan babi, kemudian ada juga
pemotongan hukum tangan pelaku pencuri dlsb. Dengan demikian, Nabi hanya
melakukan modifikasi saja pada beberapa syariat dan aturan. Termasuk dalam
hal poligami yang tadinya dilakukan orang Arab pra Islam tanpa batas
kemudian oleh Nabi dibatas menjadi empat
istri sesuai perintah dari Allah.
Nah, fakta-fakta diatas dapat Anda
baca secara lebih luas melalui buku-buku yang mengulas sejarah dan
peradaban pra Islam, misalnya karangan Khalil Abdul Karim dengan judulnya
Al-Judzurat at-Tarikhiyyah la asy-syariah al Islamiyyah. Nah,
pertanyaannya sekarang adalah, mengapa Nabi tidak membawa syariat yang
sama sekali baru? Jawabannya mudah saja, karena jika membawa syariat baru
maka hampir bisa dipastikan dakwah Nabi gagal. Sama halnya jika Nabi
mengenalkan kesenian wayang di tanah Arab tentulah akan gagal karena
ketidakcocokan budaya. Meski Islam itu untuk seluruh umat manusia, namun
dalam konteks mengenalkan agama tersebut haruslah tetap mengacu dan
berkompromi pada ritual dan budaya lokal Arab agar tetap bisa diterima
masyarakat pada saat itu. Perhatikan firman Allah berikut ini :
Dan jikalau Kami jadikan Al Quraan
itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan:
“Mengapa tidak dijelaskan ayat ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam
bahasa asing sedang (Rasul adalah orang) Arab? (Q.S Fushishilat (41) : 44)
Kami tidak mengutus seorang
rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi
penjelasan dengan terang kepada mereka. (Q.S Ibrahim (14) : 4)
Kalau Nabi membawa syariat baru maka
sudah pasti akan ditolak oleh orang Arab karena syariat itu akan menjadi
sangat asing bagi mereka. Coba kita ingat kembali misi utama Nabi yaitu
memperbaiki ahlak dan mengajarkan tauhid. Bayangkan jika Nabi harus
mengenalkan syariat baru, maka tentunya dakwah Nabi malah akan dipenuhi
oleh pengajaran ritual-ritual ibadah yang baru. Bisa jadi nantinya fokus
pada pembinaan ahlak akan terbengkalai karena umat lebih sibuk belajar
ibadah ritual tanpa memahami hakekat ritual itu sendiri. Padahal semua ritual
tersebut, tujuannya adalah untuk membentuk ahlak yang baik.
Hal yang sama juga telah dilakukan
oleh para wali songo. Contohnya Sunan Kudus membuat Masjid dengan atapnya
sama seperti pura (rumah ibadah umat Hindu). Syekh Siti Jenar tidak
mengajarkan “sholat ala Arab” kepada orang jawa. Sujud bagi orang Arab
adalah penghormatan yang tertinggi, sedangkan bagi orang jawa,
penghormatan tertinggi adalah duduk dengan tangan ditangkupkan diatas
kepala. Wali lain seperti Sunan Kalijaga juga mengenalkan Islam melalui
sekatenan, muludan, selametan, wayang dll.
Sampai saat ini, kita masih
mendapati Islam jawa yang diajarkan oleh Siti Jenar dan Sunan Kalijaga
yang kemudian lebih dikenal dengan nama Islam abangan atau kejawen. Dengan
demikian, para wali ini sebenarnya telah mengikuti sunnah Nabi yakni tidak
merubah kebiasaan masyarakat setempat melainkan memodifikasi sedemikian
rupa agar dakwahnya bisa diterima. Bagi para wali, yang terpenting dari
ibadah itu adalah tujuannya sedangkan “wadahnya” bisa fleksibel sesuai
dengan tradisi setempat.
Sekarang, sudah saatnya bagi kita
tidak lagi perang syariat antar aliran agama. Yang terpenting dari syariat
adalah isinya bukan kulitnya!. Syariat tanpa hakekat adalah sia-sia.
Hakekat tanpa syariat? Nah ini yang sebenarnya tidak ada!, orang yang
sudah mencapai hakekat, sudah pasti syariatnya ikut meski penerapannya
berbeda antar tiap kelompok, aliran dan agama. Adanya perbedaan haruslah
dihargai, bukan diperangi! Sebab cuma Allah-lah yang mengetahui sesat atau
tidaknya seseorang (Q.S 53 : 32, 6 : 117).
Kita harus mampu melampaui batasan
yang sifatnya lahiriah. Jangan melulu meributkan ritual fisik sholat! Tapi
lihatlah tujuan dari sholat itu sendiri. Jangan pula hanya berhenti pada
tataran sholat lima waktu saja. Sholat yang sejati adalah sholat yang
terus menerus selama 24 jam (sholat daim) karena sholat inilah yang mampu
melampui alam surga sehingga dapat kembali kepada-Nya. Disanalah nanti
orang-orang ‘arif akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal, manunggal
bersama-Nya!
Bagi mereka yang ingin mendalami
sholat daim maka silahkan mencari ulama tauhid (guru mursyid). Ulama ini
cukup banyak hanya saja mereka tidak muncul ke permukaan. Mereka hanya mau
mengajari orang-orang yang mau mencapai maqam makrifat saja. Sama halnya
Nabi Muhammad pun hanya mengajari orang-orang tertentu saja misalnya para
sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar dll. Nah karena tidak
mengajarkan secara terang-terangan inilah maka kemudian sebagian umat
Islam menghakimi bahwa tasawuf yang
bermunculan adalah sesat. Padahal
ajaran tasawuf yang bermunculan semuanya bermuara ke para sahabat Nabi
seperti Ali, Abu Bakar dll. Bahkan ada kelompok tasawuf yang mewajibkan
murid-muridnya harus hafal silsilah dari guru mursyidnya hingga ke
Rasulullah. Ini menandakan bahwa Rasulullah memang mengajarkan tasawuf
atau cara mencapai makrifat kepada sahabatnya
lalu diwariskan kembali oleh sahabat
tersebut kepada generasi selanjutnya. Para imam mazhab sendiri mengakui
tasawuf sebagai ajaran yang sangat penting. Imam Syafi’i Ra mengatakan : “Aku
diberi rasa cinta melebihi dunia kalian semua. Meninggalkan hal-hal yang
memaksa, bergaul dengan sesama penuh kelembutan dan mengikuti ahli
tasawuf”.
Imam Ahmad bin Hambal Ra sebelum
bertasawuf mengatakan “Hai anakku, hendaknya engkau berpijak kepada Hadist.
Kamu harus berhati-hati bersama orang yang menamakan dirinya kaum sufi.
Karena kadang diantara mereka sangat bodoh dengan agama”. Kemudian setelah
berguru tasawuf kepada Abu Hamzah Al Baghdady, beliau meralat ucapannya :
“Hai anakku, hendaknya engkau bermajlis kepada para sufi karena mereka
bisa memberikan tambahan bekal kepada kita melalui ilmu yang banyak,
muroqobah, rasa takut kepada Allah, zuhud dan himmah yang luhur. Aku tidak
pernah melihat suatu kaum yang lebih utama ketimbang kaum sufi”.
Jadi, cara, usaha atau wasilah
apapun sepanjang itu bisa mendekatkan diri kepada Allah tidaklah dilarang.
Malah di Al Quran, kita dianjurkan mencari jalan yang mampu mendekatkan
diri kepada-Nya :
Hai, orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri
kepada-Nya, dan bersungguh-sungguh lah pada jalan- Nya, supaya kamu
mendapat keberuntungan (Q.S Al Maaidah (5) : 35)
Belajar tasawuf dengan berguru
kepada ulama tauhid merupakan usaha atau jalan untuk mendekatkan diri
kepada-Nya. Mengapa berguru itu penting? Keutamaan seorang guru mursyid
adalah mampu membimbing kita lebih terarah ketimbang kita melakukan
pencarian seorang diri. Dari sisi efisiensi waktu, jelas belajar kepada
seorang guru akan lebih cepat ketimbang belajar tanpa guru. Meski demikian
guru mursyid hendaknya tidak dikultuskan sedemikian rupa. Kita menimba
pelajaran dari beliau dan kita sendirilah yang
akan menjalankannya. Kita tetap
menjaga hubungan yang baik dengan dengan guru mursyid sebagai sesama orang
yang beriman.
Diluar sana, banyak juga orang yang
melakukan perjalanan spiritual seorang diri. Tentunya ia akan membutuhkan
waktu yang panjang dan hasilnya pun belum pasti bahkan bisa terperosok
kepada jalan yang keliru. Imam Ghozali adalah salah seorang filsuf yang
melakukan perjalanan panjang (salik) dalam menemui Tuhannya. Ia bahkan
harus mengasingkan diri dari keramaian orang banyak (uzlah) agar tidak
terganggu tirakatnya.
Tentu hidup di jaman sekarang sangat
sulit mengasingkan diri dari keramaian orang. Uzlah yang harus dilakukan
manusia modern hendaknya tidak harus menyendiri dari keramaian dan tidak
harus melepas tanggung jawab dunia dengan meninggalkan anak, istri.
Seorang sufi bernama Abu Said Al Khudri bahkan mengatakan :
“Manusia sempurna adalah orang yang
duduk diantara semua mahluk, berdagang bersama mereka, menikah serta
bercampur dengan sesama manusia. Namun mereka tidak lengah sedetikpun dari
mengingat Allah”.
Dengan uraian diatas, jelaslah bahwa
usaha untuk menemui Allah tidak mesti harus memutus hubungan
bermasyarakat. Allah bisa ditemui siapapun, ditempat apapun. Untuk menemui
Allah ternyata ada jalan terpendek (mazhud) yakni dengan mendapat
bimbingan dari guru mursyid. Rasullullah sendiri telah mencontohkan dalam
hal menemui Allah yaitu dengan mikraj yang dilakukan cukup semalaman saja.
Bandingkan dengan Sidharta Gautama yang membutuhkan waktu 6 tahun untuk
mencapai mikraj. Guru mursyid inilah yang mampu mengajarkan mikraj dengan
cepat sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi Muhammad. Carilah guru
mursyid yang mampu memberikan jalan tercepat dan paling efektif dalam
usaha menemui-Nya sebagaimana yang dinyatakan dalam Al Quran :
Aku dapat membawa singgasana-Nya
dalam sekejab mata (Q.S An Naml (27) : 40)
Jalan pendek ini pun akhirnya diakui
jauh lebih efektif oleh Imam Ghozali dalam bukunya yang berjudul “misykat
cahaya”. Sebab Allah selalu memberi kemudahan kepada umat-Nya khususnya
bagi mereka yang memiliki keinginan kuat untuk menemui-Nya. Nabi Muhammad,
dalam Hadistnya mengatakan :
“Barang siapa ingin menjumpai Allah,
maka Allah pun ingin menjumpainya”
“Barang siapa yang tidak ingin
menjumpai Allah, maka Allah pun tidak ada
keinginan untuk menjumpainya”
”berjalan kamu menuju Allah, maka
berlari Allah menghampirimu. Sejengkal
kamu mendatangi Allah, maka sedepa
Allah mendatangimu”.
Proses Kultivasi adalah sebuah
proses Tazkiyatun Nafs, yaitu sebuah proses penyucian jiwa & raga.
Meningkatkan kualitas kemanusian kita dalam meraih derajat manusia mulya Insan
Kamil. Ada 3 kekuatan yg berlangsung saat proses, yaitu Takhalli, Tahalli,
& Tajalli. Pemurnian Energi, Transformasi Energi, & Munculnya Potensi.
“Dialah
yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul dari golongan mereka,
yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan
kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya
dalam kesesatan yang nyata”. (Al-Jumu’ah: 2).
Jiwa manusia sering menerima
serangan dari berbagai penyakit hati yang mengakibatkan akhhlak manusia menjadi
buruk, tidak sesuai dengan yang Allah gariskan dan Rasul-Nya contohkan. Bisa
jadi orang yang terkena penyakit hati akan menjadi malas beribadah, pelaku
maksiat, atau hamba dari hawa nafsunya.
Oleh karena itu, menyucikan dan
membersihkan jiwa (tazkiyatun nafs) dari berbagai penyakit hati merupakan suatu
keharusan sebagaimana yang Allah serukan dalam Al-Qur’an, dan itu menjadi
aktifitas yang tak terpisahkan dari keseharian orang muslim. Alah sangat
menyukai hamba-hamba-Nya yang menyucikan jiwa dan sangat membenci
hamba-hamba-Nya yang mengotori jiwa dengan kemaksiatan.
Dengan demikian, seseorang yang
mengharapkan keridhaan Allah dan kebahagiaan abadi di hari akhir hendaknya
benar-benar memberi perhatian khusus pada tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Ia
harus berupaya agar jiwanya senantiasa berada dalam kondisi suci. Kedatangan
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ke dunia ini tak lain adalah untuk
menyucikan jiwa manusia. Ini sangat terlihat jelas pada jiwa para sahabat
antara sebelum memeluk Islam dan sesudahnya. Sebelum mengenal Al-Islam jiwa
mereka dalam keadaan kotor oleh debu-debu syirik, ashabiyah (fanatisme suku),
dendam, iri, dengki dan sebagainya. Namun begitu telah disibghah (diwarnai)
oleh syariat Islam yang dibawa Rasulullah SAW, mereka menjadi bersih,
bertauhid, ikhlas, sabar, ridha, zuhud dan sebagainya.
Keberuntungan dan kesuksesan
seseorang, sangat ditentukan oleh seberapa jauh ia men-tazkiyah dirinya.
Barangsiapa tekun membersihkan jiwanya maka sukseslah hidupnya. Sebaliknya yang
mengotori jiwanya akan senantiasa merugi, gagal dalam hidup. Hal itu diperkuat
oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sumpahNya sebanyak sebelas kali
berturut-turut, padahal dalam Al-Qur’an tidak dijumpai keterangan yang memuat
sumpah Allah sebanyak itu secara berurutan. Marilah kita perhatikan firman
Allah sebagai berikut:
“Demi
matahari dan cahayanya di pagi hari, dan demi bulan apabila mengiringinya, dan
malam bila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta
penghamparannya, dan jiwa serta penciptaannya (yang sempurna), maka Allah
mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sungguh
beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugilah orang yang
mengotori jiwanya”.(Asy-Syams: 1-10).
Dalam ayat yang lain juga disebutkan
bahwa nantinya harta dan anak-anak tidak bermanfaat di akhirat. Tetapi yang
bisa memberi manfaat adalah orang yang menghadap Allah dengan Qalbun Salim ,
yaitu hati yang bersih dan suci.
Firman Allah:
“yaitu
di hari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang
menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (Asy-Syu’araa’:88-89).
Hakekat Tazkiyatun Nafs
Secara umum aktivitas tazkiyatun nafs mengarah pada dua kecenderungan, yaitu
Secara umum aktivitas tazkiyatun nafs mengarah pada dua kecenderungan, yaitu
- Membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela, membuang seluruh penyakit hati.
- Menghiasi jiwa dengan sifat-sifat terpuji.
Kedua hal itu harus berjalan
seiring, tidak boleh hanya dikerjakan satu bagian kemudian meninggalkan bagian
yang lain. Jiwa yang cuma dibersihkan dari sifat tercela saja, tanpa dibarengi
dengan menghiasi dengan sifat-sifat kebaikan menjadi kurang lengkap dan tidak
sempurna. Sebaliknya, sekedar menghiasi jiwa dengan sifat terpuji tanpa
menumpas penyakit-penyakit hati, juga akan sangat ironis. Tidak wajar.
Ibaratnya seperti sepasang pengantin, sebelum berhias dengan beragam hiasan,
mereka harus mandi terlebih dahulu agar badannya bersih. Sangat buruk andaikata
belum mandi (membersihkan kotoran-kotoran di badan) lantas begitu saja dirias.
Hasilnya tentu sebuah pemandangan yang mungkin saja indah tetapi bila orang mendekat
akan tercium bau tak sedap.
Wasilah Tazkiyatun Nafs
Wasilah (sarana) untuk men-tazkiyah
jiwa tidak boleh keluar dari patokan-patokan syar’i yang telah ditetapkan Allah
dan rasulNya. Seluruh wasilah tazkiyatun nafs adalah beragam ibadah dan
amal-amal shalih yang telah disyariatkan di dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
Sesungguhnya rangkaian ibadah yang
diajarkan Allah dan RasulNya telah memuat asas-asas tazkiyatun nafs dengan
sendirinya. Bahkan bisa dikatakan bahwa inti dari ibadah-ibadah seperti shalat,
shaum, zakat, haji, dzikir dan lain-lain itu tidak lain adalah aspek-aspek
tazkiyah.
Shalat misalnya, bila dikerjakan
secara khusyu’, ikhlas dan sesuai dengan syariat, niscaya akan menjadi
pembersih jiwa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
berikut:
Abu Hurairah radhiyallaahu anhu
berkata: Saya telah mendengar Rasulullah n bersabda: “Bagaimanakah pendapat
kamu kalau di muka pintu (rumah) salah satu dari kamu ada sebuah sungai, dan ia
mandi daripadanya tiap hari lima kali, apakah masih ada tertinggal kotorannya?
Jawab sahabat: Tidak. Sabda Nabi: “Maka demikianlah perumpamaan shalat lima
waktu, Allah menghapus dengannya dosa-dosa“. (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dari hadits di atas nampak sekali
bahwa misi utama penegakan shalat adalah menyangkut tazkiyatun nafs. Artinya,
dengan shalat secara benar (sesuai sunnah), ikhlas dan khusyu’, jiwa akan
menjadi bersih, yang digambarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
seperti mandi di sungai lima kali. Sebuah perumpamaan atas terhapusnya kotoran-kotoran
dosa dari jiwa. Secara demikian, bisa kita bayangkan kalau ibadah shalat ini
ditambah dengan shalat-shalat sunnah. Tentu nilai kebersihan jiwa yang diraih
lebih banyak lagi.
Demikian pula masalah shaum (puasa).
Hakekat puasa yang paling dalam berada pada aspek tazkiyah. Sabda Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam:
“Barangsiapa tidak meninggalkan
perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari
makan dan minum“. (HR Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya).
Dalam hadits yang lain disebutkan:
“Adakalanya orang berpuasa, bagian
dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga”. (HR Ahmad).
Ini menunjukkan betapa soal-soal
tazkiyatun nafs benar-benar mewarnai dalam ibadah puasa, sehingga tanpa
membuat-buat syariat baru sesungguhnya apa yang datang dari syariat Rasulullah
Shallallahu alaihi wasallam bila diresapi secara mendalam benar-benar telah
mencukupi.
Hal yang sama dijumpai pada ibadah
qurban. Esensi utama qurban adalah ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
yang berarti soal pembersihan jiwa dan bukan terbatas pada daging dan darah
qurban.
Dan firman Allah Subhanahu wa
Ta’ala:
“Daging-daging dan darahnya itu,
sekali-kali tidak dapat mencapai derajat (keridhaan) Allah, tetapi keaqwaan
daripada kamulah yang dapat mencapainya“.(Al-Hajj: 37).
Kalau diteliti lagi masih banyak
sekali ibadah dalam syariat Islam yang muara akhirnya adalah pembersihan jiwa.
Dengan mengikuti apa yang diajarkan syariat, niscaya seorang muslim telah
mendapatkan tazkiyatun nafs. Contohnya adalah para sahabat Rasulullah. Mereka
adalah generasi yang paling dekat dengan zaman kenabian dan masih bersih
pemahaman agamanya, karenanya mereka memiliki jiwa-jiwa yang suci lantaran
ber-ittiba’ pada sunnah Rasul dan tanpa menciptakan cara-cara bid’ah dalam
tazkiyatun nafs. Mereka mendapatkan kesucian jiwa tanpa harus menjadi seorang
sufi yang hidup dengan syariat yang aneh-aneh dan njlimet (rumit).
Bagi seorang muslim, ia harus
berupaya menggapai masalah tazkiyatun nafs dari serangkaian ibadah yang
dikerjakannya. Artinya, ibadah yang dilakukan jangan hanya menjadi gerak-gerak
fisik yang kosong dari ruh keimanan dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Sebaliknya, ibadah apapun yang kita kerjakan hendaknya juga bernuansa
pembersihan jiwa. Dengan cara seperti inilah, insya Allah kita bisa mencapai
keberuntungan.
Takhalli, Tahalli, & Tajalli
Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan rohani. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing. Jasmani membutuhkan makan, minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-perhiasan dan kemasyhuran. Rohani, pada sisi lain, membutuhkan kedamaian, ketenteraman, kasih-sayang dan cinta.
Manusia dilengkapi oleh Allah dua hal pokok, yaitu jasmani dan rohani. Dua hal ini memiliki keperluan masing-masing. Jasmani membutuhkan makan, minum, pelampiasan syahwat, keindahan, pakaian, perhiasan-perhiasan dan kemasyhuran. Rohani, pada sisi lain, membutuhkan kedamaian, ketenteraman, kasih-sayang dan cinta.
Para sufi menegaskan bahwa hakekat
sesungguhnya manusia adalah rohaninya. Ia adalah muara segala kebajikan.
Kebahagiaan badani sangat tergantung pada kebahagiaan rohani. Sedang,
kebahagiaan rohani tidak terikat pada wujud luar jasmani manusia. Sebagai inti
hidup, rohani harus ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi. Semakin tinggi
rohani diletakkan, kedudukan manusia akan semakin agung. Jika rohani berada
pada tempat rendah, hina pulalah hidup manusia. Fitrah rohani adalah kemuliaan,
jasmani pada kerendahan. Badan yang tidak memiliki rohani tinggi, akan selalu
menuntut pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah hewani. Rohani hendaknya dibebaskan
dari ikatan keinginan hewani, yaitu kecintaan pada pemenuhan syahwat dan
keduniaan. Hati manusia yang terpenuhi dengan cinta pada dunia, akan melahirkan
kegelisahan dan kebimbangan yang tidak berujung. Hati adalah cerminan ruh.
Kebutuhan ruh akan cinta bukan untuk dipenuhi dengan kesibukan pada dunia. Ia
harus bersih.
Dalam rangkaian metode pembersihan
hati, para sufi menetapkan dengan tiga tahap : Takhalli, Tahalli, dan Tajalli.
Takhalli, sebagai tahap pertama dalam mengurus hati, adalah
membersihkan hati dari keterikatan pada dunia. Hati, sebagai langkah pertama,
harus dikosongkan. Ia disyaratkan terbebas dari kecintaan terhadap dunia, anak,
istri, harta dan segala keinginan duniawi.
Dunia dan isinya, oleh para sufi,
dipandang rendah. Ia bukan hakekat tujuan manusia. Manakala kita meninggalkan
dunia ini, harta akan sirna dan lenyap. Hati yang sibuk pada dunia, saat
ditinggalkannya, akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan, kepedihan dan
penderitaan. Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan, lanjut para
saleh sufi, seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya dari
kecintaan pada dunia.
Tahalli, sebagai tahap kedua berikutnya, adalah upaya pengisian
hati yang telah dikosongkan dengan isi yang lain, yaitu Allah (swt). Pada tahap
ini, hati harus selalu disibukkan dengan dzikir dan mengingat Allah. Dengan
mengingat Allah, melepas selain-Nya, akan mendatangkan kedamaian. Tidak ada
yang ditakutkan selain lepasnya Allah dari dalam hatinya. Hilangnya dunia, bagi
hati yang telah tahalli, tidak akan mengecewakan. Waktunya sibuk hanya untuk
Allah, bersenandung dalam dzikir. Pada saat tahalli, lantaran kesibukan dengan
mengingat dan berdzikir kepada Allah dalam hatinya, anggota tubuh lainnya
tergerak dengan sendirinya ikut bersenandung dzikir. Lidahnya basah dengan
lafadz kebesaran Allah yang tidak henti-hentinya didengungkan setiap saat.
Tangannya berdzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat. Begitu pula, mata,
kaki, dan anggota tubuh yang lain. Pada tahap ini, hati akan merasai
ketenangan. Kegelisahannya bukan lagi pada dunia yang menipu. Kesedihannya
bukan pada anak dan istri yang tidak akan menyertai kita saat maut menjemput.
Kepedihannya bukan pada syahwat badani yang seringkali memperosokkan pada
kebinatangan. Tapi hanya kepada Allah. Hatinya sedih jika tidak mengingat Allah
dalam setiap detik.
Setelah tahap ‘pengosongan’ dan
‘pengisian’, sebagai tahap ketiga adalah Tajalli. Yaitu, tahapan dimana
kebahagian sejati telah datang. Ia lenyap dalam wilayah Jalla Jalaluh, Allah
subhanahu wata’ala. Ia lebur bersama Allah dalam kenikmatan yang tidak bisa
dilukiskan. Ia bahagia dalam keridho’an-Nya. Pada tahap ini, para sufi
menyebutnya sebagai ma’rifah, orang yang sempurna sebagai manusia luhur.
Syekh Abdul Qadir Jaelani
menyebutnya sebagai insan kamil, manusia sempurna. Ia bukan lagi hewan, tapi
seorang malaikat yang berbadan manusia. Rohaninya telah mencapai ketinggian
kebahagiaan. Tradisi sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini
sebagai waliyullah, kekasih Allah. Orang-orang yang telah memasuki tahapan
Tajalli ini, ia telah mencapai derajat tertinggi kerohanian manusia. Derajat
ini pernah dilalui oleh Hasan Basri, Imam Junaidi al-Baghdadi, Sirri Singkiti,
Imam Ghazali, Rabiah al-Adawiyyah, Ma’ruf al-Karkhi, Imam Qusyairi, Ibrahim Ad-ham,
Abu Nasr Sarraj, Abu Bakar Kalabadhi, Abu Talib Makki, Sayyid Ali Hujweri,
Syekh Abdul Qadir Jaelani, dan lain sebagainya. Tahap inilah hakekat hidup
dapat ditemui, yaitu kebahagiaan sejati.
Wallahu a’lam
Langganan:
Postingan (Atom)





